Saturday, September 24, 2011

Abadi


Oleh: Riva Julianto



Jalan tersentak pelan di antara

dua jawara yang sedang berperang

ketika nyawa tertawa pada sengsara

manusia yang hanya bisa berlomba

mencari yang hakiki. Padahal tak

ada kekal yang bisa dicekal.


Realita mengalir rata dan sama

pada masing-masing fakta melalui

liku-liku ilmu yang lebih dulu

meramu semuanya dalam hipotesa

sampai terus berurai ke muara

telaga masa. Terus dan terus

tak pernah terputus, mengalir

realita sampai ke hilir dan

menyatu dengan ilmu-ilmu semu

yang dikira akhir segalanya.

No comments:

Post a Comment