Oleh: Riva Julianto
Jalan tersentak pelan di antara
Jalan tersentak pelan di antara
dua jawara yang sedang berperang
ketika nyawa tertawa pada sengsara
manusia yang hanya bisa berlomba
mencari yang hakiki. Padahal tak
ada kekal yang bisa dicekal.
Realita mengalir rata dan sama
pada masing-masing fakta melalui
liku-liku ilmu yang lebih dulu
meramu semuanya dalam hipotesa
sampai terus berurai ke muara
telaga masa. Terus dan terus
tak pernah terputus, mengalir
realita sampai ke hilir dan
menyatu dengan ilmu-ilmu semu
yang dikira akhir segalanya.
No comments:
Post a Comment