Oleh: Riva Julianto
Manusia megap-megap dalam dunia pengap
Manusia megap-megap dalam dunia pengap
dan gelap karena hilang semua adab
yang dulu dianggap cakap. Kini,
terkikis dan terjerembab tak
bisa lagi berdiri tegap yang
membuatnya kalap, menyergap
nafsu tanpa sebab.
Jiwa ikut menyelinap, menghindar
semua perangkap kata-kata yang
terungkap sebagai pelengkap
hidup yang telah lenyap.
Hati menjadi ajab melihat
dunia yang sembab dirundung
segenap ratap yang telah
meresap ke dalam jiwa kalap.
No comments:
Post a Comment