Oleh: Riva Julianto
Jiwa yang tak menentu kapan
Jiwa yang tak menentu kapan
datang dan pergi memaku kalbu
dalam hidup yang penuh kesemuan.
Hidup bukan melulu glamor dan
pamor, karena ia kotor oleh
indahnya impian-impian horor.
Hidup tak dapat dimengerti
apa yang hendak dicarinya.
Apakah kenikmatan duniawi
atau juga melimpahnya materi
untuk bekal di akhirat nanti.
Hidup yang hanya sesaat ini
janganlah dilambati hanya
karena nikmat-nikmat ragawi.
Hidup adalah mentari pagi
kala kita terurapi cahaya
manusiawi, hidup adalah
mentari senja kala kita
bertanya: Mau kemanakah
manusia setelah jiwanya pergi ?
No comments:
Post a Comment