Saturday, September 24, 2011

Amarah


Oleh: Riva Julianto




Kesah yang merekah amarah

membuat benci merajah semua

rasa bersalah yang sudah

tersepah jadi bertitah.


Derita kan terus bersumpah

merambah manusia-manusia serakah

yang tak peduli pada Allah, tempat

segala petuah bersemayam dan berumah.


Jangankan beramah tamah, bicara pun

hanya latah yang tak pernah mengalah

pada kuasa-kuasa khalikah. Berontak

tak tentu arah hanya ikut pada kesah

yang sudah bernanah dalam darah penjelajah

lorong-lorong hidup tak bercelah.


Tak ada kata menyerah bagi jiwa yang

sedang berubah dari penelaah jadi

penjarah karena sudah lelah jadi penengah.

No comments:

Post a Comment