Oleh: Riva Julianto
Kesah yang merekah amarah
Kesah yang merekah amarah
membuat benci merajah semua
rasa bersalah yang sudah
tersepah jadi bertitah.
Derita kan terus bersumpah
merambah manusia-manusia serakah
yang tak peduli pada Allah, tempat
segala petuah bersemayam dan berumah.
Jangankan beramah tamah, bicara pun
hanya latah yang tak pernah mengalah
pada kuasa-kuasa khalikah. Berontak
tak tentu arah hanya ikut pada kesah
yang sudah bernanah dalam darah penjelajah
lorong-lorong hidup tak bercelah.
Tak ada kata menyerah bagi jiwa yang
sedang berubah dari penelaah jadi
penjarah karena sudah lelah jadi penengah.
No comments:
Post a Comment