Tuesday, April 15, 2014

Keluar

Oleh : Rosa Ausländer


Keluar
kubuka
semua pintu

Dunia
membanjir masuk
keluar membanjir bersamaku
ke pepohonan yang tumbuh
ke saudara-saudaraku yang menderita




Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.

Diterangi

Oleh : Rosa Ausländer


Seberapa cepat
manusia melupakan segalanya

Kotoran burung
jatuh di atas jalan setapak

Biarkan air memancar
dari semua talang
sampai bintang-bintang
berdiri di paluh
di atas dan di bawah
sama saja

Kemudian
sinar terang
rerumputan dan burung Kutilang
seorang manusia



 
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.

Keberuntungan

Oleh : Rosa Ausländer


Di dalam pencarian
daun semanggi bercabang empat,
mengelana matamu
di atas padang rumput

Di kota-kota
tumbuh bebatuan

Juga di Amerika
muncul pulau-pulau daun

Di matamu menghujam
air terjun Niagara

Di mana katakan di mana
bunga kecil itu menumbuhkan
keberuntungan



Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.

Tumbuh

Oleh : Rosa Ausländer



Dari akar
tumbuh tumbuhan
di antara bebatuan dan daun

Manusia juga tumbuh
dan bercermin
ke dalam mimpinya

Meskipun berat dibawanya
semua korban-korbannya

Cinta
membuatnya tumbuh
di dalam bait
yang seharusnya
tidak tenggelam



Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.

Musim Dingin I

Oleh : Rosa Ausländer


Putih adalah
jiwa dari musim dingin

saat semua warna
disatukannya
ke dalam pelangi
putih

Udara dingin
bulu binatang menggigil

Langkahmu menjauh
ke tanah Siberia

Kau menjaga di sini
di kampung halaman




Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer. 

Sunday, April 13, 2014

Di Sebuah Pulau

Oleh : Rosa Ausländer


Unggas-unggas lembayung
menghias musim panas
di hatiku

Aku berada di sebuah pulau
yang tak bertuan
di atas laut tak bertuan

Ikan-ikan mengunjungiku
bicara puisi
aku lelah mengartikannya

Seekor lumba-lumba membawaku
salam dari sahabat-sahabat
mereka mengundangku
yang aku sendiri
tidak dapat berenang





Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.

Sekejap Saja

Oleh : Rosa Ausländer


Biarkanlah demikian
surga
ada di dalam kekuasaan-Mu
aku pun turut serta
hanya sekejap saja

Biarkan aku
menjadi bintang kecil
yang menatap bumi
dengan ketidaksempurnaannya
kesempurnaan
yang sekejap saja



Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.