Oleh : Rosa Ausländer
Keluar
kubuka
semua pintu
Dunia
membanjir masuk
keluar membanjir bersamaku
ke pepohonan yang tumbuh
ke saudara-saudaraku yang menderita
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Ketika mulut tak bisa dipercaya, maka hati yang bicara. Ketika mata tak bisa melihat kebenaran, maka hati yang melihat kenyataan.
Tuesday, April 15, 2014
Diterangi
Oleh : Rosa Ausländer
Seberapa cepat
manusia melupakan segalanya
Kotoran burung
jatuh di atas jalan setapak
Biarkan air memancar
dari semua talang
sampai bintang-bintang
berdiri di paluh
di atas dan di bawah
sama saja
Kemudian
sinar terang
rerumputan dan burung Kutilang
seorang manusia
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Seberapa cepat
manusia melupakan segalanya
Kotoran burung
jatuh di atas jalan setapak
Biarkan air memancar
dari semua talang
sampai bintang-bintang
berdiri di paluh
di atas dan di bawah
sama saja
Kemudian
sinar terang
rerumputan dan burung Kutilang
seorang manusia
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Keberuntungan
Oleh : Rosa Ausländer
Di dalam pencarian
daun semanggi bercabang empat,
mengelana matamu
di atas padang rumput
Di kota-kota
tumbuh bebatuan
Juga di Amerika
muncul pulau-pulau daun
Di matamu menghujam
air terjun Niagara
Di mana katakan di mana
bunga kecil itu menumbuhkan
keberuntungan
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Di dalam pencarian
daun semanggi bercabang empat,
mengelana matamu
di atas padang rumput
Di kota-kota
tumbuh bebatuan
Juga di Amerika
muncul pulau-pulau daun
Di matamu menghujam
air terjun Niagara
Di mana katakan di mana
bunga kecil itu menumbuhkan
keberuntungan
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Tumbuh
Oleh : Rosa Ausländer
Dari akar
tumbuh tumbuhan
di antara bebatuan dan daun
Manusia juga tumbuh
dan bercermin
ke dalam mimpinya
Meskipun berat dibawanya
semua korban-korbannya
Cinta
membuatnya tumbuh
di dalam bait
yang seharusnya
tidak tenggelam
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Dari akar
tumbuh tumbuhan
di antara bebatuan dan daun
Manusia juga tumbuh
dan bercermin
ke dalam mimpinya
Meskipun berat dibawanya
semua korban-korbannya
Cinta
membuatnya tumbuh
di dalam bait
yang seharusnya
tidak tenggelam
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Musim Dingin I
Oleh : Rosa Ausländer
Putih adalah
jiwa dari musim dingin
saat semua warna
disatukannya
ke dalam pelangi
putih
Udara dingin
bulu binatang menggigil
Langkahmu menjauh
ke tanah Siberia
Kau menjaga di sini
di kampung halaman
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Putih adalah
jiwa dari musim dingin
saat semua warna
disatukannya
ke dalam pelangi
putih
Udara dingin
bulu binatang menggigil
Langkahmu menjauh
ke tanah Siberia
Kau menjaga di sini
di kampung halaman
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Sunday, April 13, 2014
Di Sebuah Pulau
Oleh : Rosa Ausländer
Unggas-unggas lembayung
menghias musim panas
di hatiku
Aku berada di sebuah pulau
yang tak bertuan
di atas laut tak bertuan
Ikan-ikan mengunjungiku
bicara puisi
aku lelah mengartikannya
Seekor lumba-lumba membawaku
salam dari sahabat-sahabat
mereka mengundangku
yang aku sendiri
tidak dapat berenang
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Unggas-unggas lembayung
menghias musim panas
di hatiku
Aku berada di sebuah pulau
yang tak bertuan
di atas laut tak bertuan
Ikan-ikan mengunjungiku
bicara puisi
aku lelah mengartikannya
Seekor lumba-lumba membawaku
salam dari sahabat-sahabat
mereka mengundangku
yang aku sendiri
tidak dapat berenang
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Sekejap Saja
Oleh : Rosa Ausländer
Biarkanlah demikian
surga
ada di dalam kekuasaan-Mu
aku pun turut serta
hanya sekejap saja
Biarkan aku
menjadi bintang kecil
yang menatap bumi
dengan ketidaksempurnaannya
kesempurnaan
yang sekejap saja
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Biarkanlah demikian
surga
ada di dalam kekuasaan-Mu
aku pun turut serta
hanya sekejap saja
Biarkan aku
menjadi bintang kecil
yang menatap bumi
dengan ketidaksempurnaannya
kesempurnaan
yang sekejap saja
Dialihbahasakan oleh Riva Julianto dari buku "Mein Atem heiβt jetzt" atau "Nafasku namanya sekarang" (kumpulan puisi) karya Rosa Ausländer.
Subscribe to:
Posts (Atom)